Karang Taruna Tunas Harapan berkolaborasi dengan Mahasiswa KKN Unhas Gelar Pelatihan Kepemudaan, Dorong Pemuda Kembangkan Wirausaha Berbasis Potensi Lokal

banyuanyara.desa.id - Karang Taruna Tunas Harapan menyelenggarakan Pelatihan Kepemudaan bertajuk “Pengembangan Kewirausahaan Pemuda dengan Memanfaatkan Potensi Lokal” selama dua hari, pada Rabu–Kamis, 6–7 Agustus 2025, di aula kantor Desa Banyuanyara, Kecamatan Sanrobone, Kabupaten Takalar. Kegiatan ini diikuti oleh pemuda pemudi desa yang antusias ingin mengembangkan keterampilan wirausaha berbasis sumber daya daerah.
Kegiatan ini bertujuan membekali pemuda dengan wawasan, keterampilan, dan motivasi untuk mengolah potensi lokal menjadi produk bernilai jual. Hari pertama pelatihan diisi dengan tiga materi utama, yakni “Kompos Mandiri: Edukasi dan Implementasi Pengolahan Sampah Organik menjadi Pupuk Kompos”, “Pembuatan Cairan Hasil Fermentasi (Eco Enzyme) dari Sayur dan Buah sebagai Alternatif Pengganti Sabun Cuci Ramah Lingkungan”, serta “Sosialisasi, Inovasi, dan Demonstrasi Pengelolaan Cabai sebagai Pestisida Nabati untuk Mengurangi Hama Serangga di Pertanian Lokal”. Seluruh sesi dibawakan secara interaktif oleh tim mahasiswa KKN Unhas yang membimbing peserta melalui penjelasan teori dan praktik langsung.
Sementara itu, pada hari kedua, Nabilah Salsabila, mahasiswa Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Hasanuddin, menjadi pemateri dengan membawakan materi “Sosialisasi Inovasi Produk Lokal Jagung: Edukasi Pengolahan, Pelabelan Pangan Sesuai Regulasi BPOM, dan Tata Cara Pengurusan SPP-IRT”.
Dalam pemaparannya, Nabilah menjelaskan pentingnya inovasi produk pangan berbahan baku lokal seperti jagung agar mampu bersaing di pasar modern. “Pemuda desa punya modal besar dari potensi alam di sekitarnya. Kalau kita mampu mengolahnya sesuai standar keamanan pangan dan melengkapinya dengan legalitas seperti SPP-IRT, produk tersebut bisa tembus pasar yang lebih luas,” ungkap Nabilah Salsabila, Mahasiswa Biologi FMIPA Unhas.
Selain teori, peserta juga diajak praktik mengolah jagung menjadi produk pangan siap jual, dilengkapi dengan pelatihan dasar pelabelan sesuai aturan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Peserta tampak antusias mencoba teknik pengolahan, membuat desain label, serta memahami alur perizinan SPP-IRT.
Ketua Karang Taruna Tunas Harapan, Bapak Faisal, mengungkapkan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat menjadi titik awal tumbuhnya wirausaha muda di desa. “Kami ingin pemuda di sini tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjadi pelaku yang mampu memanfaatkan potensi lokal untuk kesejahteraan bersama,” ujarnya.
Dengan berakhirnya pelatihan ini, peserta membawa pulang pengetahuan baru, keterampilan praktis, dan motivasi untuk memulai usaha.
Komentar baru terbit setelah disetujui Admin